Aksi Pemuda Dan Mahasiswa Ricuh di depan Kantor Kapolda SulBar

543

Mamuju-LK, Aksi yang di gelar pemuda dan mahasiswa Sulawesi Barat yang terdiri dari PMII, HMI, KAMMI, Beberapa BEM dan OKP di Depan Kantor Kapolda Sulbar Ricuh

Pemuda dan Mahasiswa massa aksi berkumpul di rumah adat mamuju dan sebuat truk yang memuat songsytem petaka dan beberapa bendera masing-masing lembaga berangkat ke kantor kapolda sulawesi barat yang di jaga dengan ketak oleh aparat kepolisian baik dari kapolres mamuju maupun dari kapolda sulbar.

akan tetapi sesaat sampai di depan pintuh pagar kantor kapolda beberapa massa aksi langsung menurungkan ban bekas dari truk dan membakarnya, aksi pembakaran ban Bekas pun begitu cepat tepat pintu masuk pagar Kantor kapolda sulawesi barat

kericuan mulai terjadi saat beberapa aparat kepolisisan mencoba memadamkan api tersebut yang belum lama terbakar, beberapa massa aksi tidak menerima perlakuan aparat kepolisian tersebut akhirnya berubah menjadi aksi pelemparan ban Bekas dan batupun. masing-masing koordinator lembaga mencoba menenangkan massa aksi namun aksi tersebut tak dapat di hentikan hingga terjadi tidakan represif

Massa aksi mulai tenang saat koordinator umum lapangan IBNU IMAT TOTORI yang merupakan ketua PMII cabang mamuju memintah kepada seluruh massa aksi diam dan tetap berada dalam simpul aksi dan meminta kepada aparat kepolisian agar tidak mendekat apalagi menyentuh massa aksi dan siapapun yang mencobah merusak aksi ini untuk di amankan, setelah massa aksi stabil IMAT pun memulai orasinya

Dalam orasinya Ibnu Imat totori menyampaikan harapanya dalam orasi yang ia serukan, agar Polda Sulbar dapat benar-benar bekerja dengan penuh profesional dan dapat menyelesaikan berbagai kasus hukum yang telah di laporkan ke Polda Sulbar.

“Kami mendapat kabar dan laporan dari masyarakat, bahwa Kapolda Sulbar melakukan pertemuan tertutup yang tidak dilakukan di Kantor Polda dengan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (KAMTIBMAS), serta melakukan intimidasi ke masyarakat untuk mendukung kesalah satu kandidat Pilgub Sulbar,” ungkapnya.

Massa aksi semakin kesal, sejak dilantiknya Kapolda Baru Brigjen Pol Drs. Nandang, tidak mempublis surat edaran netralitas Polri dalam Pilgub Sulbar.”Ini yang tidak dilakukan Kapolda Sulbar sejak serah terima jabatan Kapolda belum lama ini. Seharusnya surat edaran netralitas Polri itu di publis dan ditekankan ke Polres serta Polsek se Sulbar,” sesalnya.
(Mul)