Dari Special ASEAN-US Summit 2016 : Mendag Sampaikan Dua Prioritas Presiden

639

Jakarta – LK, Untuk mengokohkan hubungan ekonomi ASEAN dan Amerika Serikat (AS), Presiden Joko Widodo menyampaikan dua poin utama yang harus diprioritaskan yakni pengembangan dan ketahanan UKM, serta pengembangan teknologi dan digital economy.

Kedua hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi di hadapan para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN dan AS yang menghadiri Special ASEAN-US Summit 2016, di Sunnylands, Palm Spring California, AS, pada 15 Februari 2016.

“Presiden Jokowi menjelaskan terjalinnya kerja sama dalam bidang pengembangan UMKM dan pemanfaatan teknologi informatika dan digital economy dapat mendorong tumbuhnya sumber- sumber pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat ASEAN dan Indonesia,” jelas Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong.

Pada pertemuan pertama Special ASEAN-US Summit, para Kepala Negara fokus membahas langkah-langkah kerja sama dalam upaya pengembangan UMKM dan teknologi informatika. Kerja sama tersebut dinilai menjadi bentuk komitmen AS dalam mendorong integrasi ekonomi ASEAN dalam 10 tahun ke depan.

Menurut Mendag, pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang optimis, serta memaparkan berbagai langkah reformasi yang telah dilakukan untuk menjadikan ekonomi Indonesia semakin kompetitif dan menarik bagi investor. Presiden Jokowi juga menyampaikan visi Indonesia pada 2020 yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pengguna digital economy terbesar dan siap mencetak 1.000 digital technopreneurs.

Presiden Obama mengapresiasi visi Indonesia tersebut dan berharap agar ASEAN juga dapat membangun suatu ASEAN Digital Economy, karena akan secara signifika meningkatkan kemampuan bersaing ASEAN di pasar global.

“Presiden Jokowi telah meminta dukungan Presiden Obama untuk mewujudkan visi tersebut dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat. Presiden juga sekaligus menyampaikan dukungannya atas usulan Presiden Obama membentuk ASEAN-US Connect,” ujar Mendag Thomas.

Presiden Jokowi juga meyakinkan para CEO perusahaan besar seperti IBM, Microsoft dan Cisco System bahwa pertumbuhan ekonomi ASEAN, khususnya Indonesia pada 2015 (4,8%), yang berada di atas pertumbuhan ekonomi dunia, menjadi indikator positif bagi para investor AS untuk memainkan perannya dalam peningkatan kerja sama ekonomi ASEAN-AS, khususnya di bidang investasi, baik di Indonesia maupun ASEAN.Indikator positif juga didukung pertumbuhan ekonomi AS yang juga menunjukkan perbaikan (2,4%),.

“ASEAN telah menunjukkan ketahanannya terhadap gejolak ekonomi global yang terjadi dan telah menjadi satu komunitas ekonomi tunggal sehingga para investor AS tidak perlu ragu berinvestasi di Indonesia dan negara ASEAN lainnya,” ujar Mendag Thomas.(AL)