Dituding Korupsi Bantuan Beasiswa ini jawaban Kadisdikpora Mamuju

47

Mamuju, LK – Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Mamuju, Jalaluddin Duka dan didampingi oleh Sekertaris,Saharaddin, Mengklarifikasi terkait Tudingan adanya dugaan indikasi Korupsi pada Beasiswa Pendidikan kabupaten Mamuju di Taman Karema Mamuju Selasa, 13/09/2022 .

Jalaluddin Duka selaku Kadisdikpora Mamuju Mengatakan “Apa yang telah diberitakan sejak kemaring saya kira itu adah pemberitahaan yang perlu di klarifikasi melalui kesampan ini saya berharap kepada media yang telah memberitakan kemaring bisa mendudukan persoalan yang sebenar benarnya sehingga saya meminta untuk datang berkunjung di kantor diknas untuk menanyakan klarifikasi terhadap pemberitaan itu dan saya siap menyampaikan hal itu dan tadi kita baru berdiskusi dengan teman-teman media sebagai salah satu bentuk klarifikasi yang di fasilitasi oleh LAKIP RI Saya kira hal ini bagus dan kalau mengatakan bahwa kami ada korupsi saya kira hal itu tidak ada korupsi disdikpora dalam hal penyaluran beasiswa manakarra ini karena hal itu ada memang pembagian-pembagiannya yakni Mahasiswa kurang mampu, Pemberian Beasiswa berprestasi dan ada Pemberian bantuan Beasiswa untuk peningkatan kapasitas ASN dan saya salah satu mahasiswa S3 yang saat ini menempuh pendidikan dan termasuk setelah di verifikasi BPK ternyata saya di nilai ada pengembalian dan saya kembalikan Beasiswa tersebut, kalau dikatakan menerimah beasiswa tidak mampuh itu salah bisa di cek di kelurahan di kelurahan mana saya mengurus surat keterangan tidak mampuh tersebut tapi mengenai beasiswa berprestasi saya sebagai ASN alhamdulillah IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) saya Itu 3,9 dan saya masuk dalam kategori tersebut

Di saat mempertanyakan soal dana tersebut melekat di anggaran pokok jalal mengatakan “ada dua mata Anggaran di Pemerintahan Daerah, yakni Anggaran Pokok dan Anggaran Perubahan,Jadi kalau dicari dianggaran Pokok tidak ada, kalau dicari di Anggaran Perubahan tentu ada, anggaran bantuan Beasiswa yang digunakan, itu bukan anggaran pokok namun yang digunakan adalah anggaran perubahan 2021, Jadi keliru jika menyebutkan anggaran yang digunakan itu adalah anggaran pokok”.

Jalal Menambahkan “Kita ketahui saat ini, bahwa ASN di Pemda Kabupaten Mamuju, masih Satu orang memiliki gelar doktor sampai saat ini, Maka tidak salah ibu Bupati melakukan program peningkatan kapasitas ASN di lingkungan Pemda Mamuju, Setelah Perbub selesai,maka pihak kami juga akan melakukan pengumuman untuk menyeleksi penerima sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam Perbub tersebut,” Bebernya .

ia juga akan seleksi sesuai dengan Perbub yang telah ada, “Mereka yang sudah menerima namun tidak lagi memenuhi syarat di Semester berikutnya, akan di ganti lagi dengan orang lain, yang dianggap bersyarat “Katamya .

“Selain itu BPK juga merekomendasikan Perubahan PERBUB sebagai Pedoman Program Berikutnya di Tahun ini bahkan juga untuk tahun depan,” Urai Jalal, Adhi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here