DPD II KNPI Mamuju Melaksanakan Rapat Pengurus yang dirangkaikan Doa Bersama

45

Mamuju, LK – Pengurus Karateker DPD II KNPI Mamuju menggelar doa bersama sekaligus rapat perdana yang dipusatkan di warkop Kertas Coffee, Jalan Teuku Umar No 5 Mamuju, Sabtu 15 Januari 2022.

Kegiatan yang di hadiri oleh PMII Cabang Mamuju, Hipermakes Mamuju, IPNU, Perwakilan Bidang PTKP HMI Cabang Mamuju dan Beberapa OKP Kepemudaan dan Mahasiswa berbagai Kampus di Kabupaten Mamuju di

Ketua DPD II KNPI Mamuju, Santa, S.IP dalam sambutannya mengatakan, kita sebagai pemuda harus menjadi garda terdepan dan lokomotif perubahan dan militan, serta selalu berani mengambil peran – peran strategis untuk mewujudkan janji kemerdekaan, sebagaimana yang dicita – citakan oleh Founding Fathers yaitu Bung Karno dan kawan – kawan.

Santa menyebut Menambahkan , sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, harus selalu mengingat akan keberadaan kita sebagai makhluk yang tanpa dengan kehendaknya, tak dapat berarti apa-apa.maka sepantasnyalah malam ini kita renungi kembali atas keselamatan yang masih diberikan kekita atas peristiwa gempa bumi 15 Januari 2021 silam.

Santa menambahkan, Socrates pernah berkata “Hidup yang tak direnungi adalah hidup yang tak pantas kita jalani” artinya bahwa setiap perjalanan harus senantiasa kita renungi sebagai wujud merefleksi atas semua peristiwa yang ada, termasuk mengenang bencana di 15 Januari 2021 lalu. Semoga saudara – saudari kita yang telah menjadi korban gempa lalu, mendapat tempat disisi Tuhan.

Kita harus selalu turut andil dalam mensukseskan agenda-agenda pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat dengan membangun sinergitas,” pungkas Santa.

Ditempat yang sama, Sekertaris Umum DPD II KNPI Mamuju, Muliadi, S.Sos mengatakan, KNPI merupakan wadah perjuangan pemuda dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan, tempat berkomunikasi dan penyalur aspirasi Organisasi Kemasyarakatan.

Saat ini hal itu yang hilang dan harus dikembalikan untuk mengembalikan marwah KNPI,” imbuhnya.

KNPI saat ini saat ini dianggap belum terasa manfaatnya bagi masyarakat luas. Salah satu penyebabnya karena mudahnya pembentukan organisasi kepemudaan tanpa ada kriteria dan spesifikasi tertentu, hal ini juga harus dipikirkan di Kabupaten Mamuju,” kunci Muliadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here