Festival Kota Tua Majene Ditutup

130

LensaKhatulistiwa.com, Majene – Festival Kota Tua Majene, yang dibuka Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) Sandiaga Salahuddin Uno dalam jaringan (Daring), di ruang Pola Kantor Bupati Majene, Jumat (06/08/21), kini ditutup Pj Sekda Majene Suyuti Marzuki, Sabtu (07/08/21).

Event Nusantara itu yang digelar hanya dua hari, namun sangat spesial dengan dukungan penuh dari Kemenparekraf yang menjadikan Festival Kota Tua masuk dalam Kharisma Event Nusantara. “Hanya ada dua Provinsi di Indonesia yang mengangkat tema kota tua, yaitu DKI Jakarta dan Sulawesi Barat melalui Kabupaten Majene,” terang Suyuti Marzuki.

Dikatakan, penutupan Festival Kota tua Majene dihadiri sejumlah kanal media sosial dan yuotube. “Penutupan ini juga di helat grand final To Malolo , To Makappa Kabupaten Majene 2021. Selain itu tampil juga para juara Lomba Puisi dan menari,” ujarnya.

Melalui penutupan Festival Kota tua Majene, Suyuti Marzuki juga mengapresiasi Kemenparekraf RI dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulbar yang telah  memberikan peluang kepada Majene untuk mempromosikan sejumlah objek wisata dan kebudayaan Majene di event nasional.

“Sejak 2017 saya dan Pemprov Sulbar telah berupaya menjadikan sejumlah event kebudayaan di Majene untuk didaftarkan di event nasional. Selain itu dalam RPJMD 2017-2022 Majene telah di plot sebagai Kota Pendidikan dan budaya sehingga sangat tepat Festival mendapat perhatian serius dari Pemerintah dan lintas sektor,” urainya.

Suyuti berharap, pariwisata Majene dapat didorong dari segi kemaritiman mengingat potensi wisata dan hasil laut yang sangat baik. “Mudah-mudahan di era Pandemi ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulbar dan Majene bisa sukses¬†melaksanakan agenda event ini, sekali lagi selamat apresiasi pelaksanaan Festival Kota Tua Majene,” ucapnya.

Ketua Panitia juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulbar Farid Wajidi mengatakan, potensi pariwisata yang ada di Majene sangat eksotik dan memiliki diferensiasi yang tinggi. “Bukan hanya wisata alamnya, namun juga memiliki kebudayaan masa lalu atau masa kolonial,” ungkap Farid.

Ia berharap, event yang masuk dalam agenda wisata Kemenparekraf RI akan menjadi trigger pariwisata baru Majene. “Kami akan tetap mendorong, ke Kemenparekraf RI, agar tahun depan hadir disini melalui Festival Kota Tua Part II,” ucapnya.

Diakhir acara juga di umumkan para jawara to makappa dan tomalolo Majene 2021, yaitu Peserta nomor urut 9 dan 10 , To Makappa Aco Muhammad dan To Malolo Mieldy Wulan Maulidyah. (Srl)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here