Harap Majene Jadi Percontohan Porang di Sulbar

93

Majene, LensaKhatulistiwa.com – Wakil Bupati Majene Arismunandar berharap agar Kabupaten Majene dapat menjadi percontohan budidaya tanaman porang di Sulbar, yang booming di Indonesia.

“Para petani adalah ujung tombak pertanian ditingkat desa, yang akan menghidupi sebanyak 270 juta jiwa masyarakat Indonesia,” terang Arismunandar pada sosialisasi pemantapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Sektor Pertanian, di ruang Pola Kantor Bupati Majene, Sabtu (18/09/21).

Diungkapkan, sektor pertanian cenderung memiliki resiko gagal panen akibat cuaca, sehingga Bank mengembangkan skema kredit agar resiko dapat ditimidasi untuk membiayai petani dengan menggandeng perusahaan yang dapat penjamin pembelian hasil panen petani sekaligus awal penjamin dari KUR pertanian untuk petani.

“Petani akan diberikan KUR dan perusahaan akan membantu mepotong pendapatan panen untuk membayar angsuran KUR kepada Bank jika petani gagal bayar, perusahaan avalist bersedia untuk menjamin pembayaran kredit lainnya sesuai perjanjian dengan Bank,” jelasnya.

Dituturkan, melalui kegiatan sosialisasi sejalan dengan visi misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene, yaitu Majene Unggul, Mandiri dan Religius (UMR). “Saya berharap, melalui sosialisasi ini, terjalin kerjasama antara Pemkab Majene, petani dan perbankan dalam meningkatkan produksi porang dengan fasilitas KUR,” harapnya.

Ia merinci, dalam satu hektar dapat ditanami sebanyak 40 ribu pohon porang. “Satu pohon porang dapat menghasilkan dua kilogram, jika 2 kilogram dikalikan 40 ribu maka tentu menghasilkan 80 ribu ton perhektar dan jika dikalikan 8 ribu per kilogram maka dihasilkan Rp650 juta. Tidak hanya porangnya saja, namun kataknya atau bibit porang dapat menghasilkan Rp750 juta,” rincinya.

Ia menambahkan, untuk akses pembiayaan KUR petani tidak memilih syarat sulit, diantaranya memiliki KTP, lahan disertai bukti kelompok tani. “Bantuan KUR ini hingga mencapai Rp50 juta tanpa agunan. Jadi tanaman ini bisa menghasilkan sampai Rp1,3 miliar dari porang dan kataknya dengan luas lahan satu hektar, dengan biaya budidaya Rp50 juta melalui KUR dengan bunga 6 persen,” terangnya.

Hadir dalam sosialisasi, Kepala Distanakbun Majene beserta jajarannya, Pimpinan Cabang BRI Majene, Pimpinan Cabang Bank Niaga Majene, Pimpinan Perusahaan penjamin (Off Taker) atau yang mewakili para camat, Ketua Kontak Tani, para Poktan, serta para undangan lainnya.(Abr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here