Hastuti Indriani Sebut Mekanisme Penetapan Harga TBS Mesti Di Perkuat Dengan Perda

947

20160204_100000-1

Mamuju – LK, Anggota DPRD Provinsi Sulbar Dari Komisi II, Hastuti Indriani meyebutkan untuk lebih mengoptimalkan mekanisme Penetapan harga Indeks K Dan harga TBS buat Petani di provinsi Sulbar, Yang dilakukan tiap bulan Sekali Oleh tim Penetapan harga TBS, mesti didukung Oleh SEBUAH regulasi (Perda).

“Mekanisme penetapan harga TBS yang dilakukan hari ini Saya baru Pertama Kali ikuti namun, Saya melihat bahwa untuk lebih mengoptimalkan mekanisme penetapan ini, Mestinya di barengi dengan Lahirnya Perda, sebagai Landasan Hukum sebagai pegangan Petani untuk menjual harga sawitnya kepasar,” Kata Indriani Astuti, Saat menghadiri Rapat Penetapan harga TBS, di balerium Hotel srikandi, kamis, (4/2) Pagi tadi.

Dirinya mengtakan akan Siap memfasilitasi Rencana untuk mendorong Lahirnya Perda untuk lebih menguatkan mekanisme Penetapan harga TBS dan Indeks K. Perda ini akan menjadi rujukan bersama untuk menentukan harga jual Sawit dipasaran.

“Mencari dulu Artikel Perda ini, kita berharap tidak ada Lagi Korporasi atau Perusahaan sawid, dengan seenaknya menentukan harga jual sawit, karna dengan Lahirnya Perda ini untuk menetapkan harga Sudah ada yang mengaturnya,” Tegasnya.

IMG_20160204_104612

Rapat Penetapan harga TBS Dan Indeks K tersebut dihadiri oleh puluhan petani sawit dan sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit seperti PT. Astra group, PT Letawa. PT Widya Unggul Lestari, PT Manakarra Unggul Lestari dan PT Mamuang serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sulbar melalui Dinas Perkebunan Provinsi. (AL)

(Adventorial)