Imat : Besarnya Anggaran Harus Linier Dengan Pertumbuhan Produksi Pertanian

708

Mamuju – LK, Kedatangan menteri pertanian di sulawesi barat harusnya menjadi warning pemerintahan sulawesi barat yang di nahkodai Anwar adnan saleh khususnya di sektor pertanian. Hal ini diungkapkan oleh Ketua PMII Cabang Mamuju, Ibnu Imat Totori selasa,(16/2).

Ia menilai, anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat ke pemprov Sulbar khususnya di sektor pertanian dan perkebunan sangat besar, namun tidak linier dengan tingkat pertumbuhan produksi pertanian yang hanya berkisar 2,8%.

“Karena jumlah anggaran yg digelontorkan pemerintah pusat ke sulawesi barat sangat melimpah, tetapi yang terjadi tidak sesuai dengan apa yg diharapkan rakyat. Bahkan tingkat pertumbuhan produksi pertanian hanya naik 2,8 %,” Terangnya.

Selama ini menurut Imat, jika ada Menteri yang berkunjung hanya ditunjukkan ke titik – titik pertanian yang sebelumnya sudah dipoles sedemikian rupa agar terlihat program tersebut berjalan dengan baik dan tidak terjadi masalah, padahal jika pemprov ingin jujur harusnya berani membuka banyaknya masalah dan keluhan rakyat soal pertaniannya kepada menteri.

Ia juga menilai “Program-program pertanian yang justru jadi lahan korupsi, misalkan kasus sambung pucuk yang terjadi dikabupaten polewali mandar, SMK Kakao yang ada dikalukku yang tidak berjalan dengan maksimal, konflik agraria yang ada di Kabupaten Mamuju Utara yang tak kunjung terselesaikan hingga kini dan justru kesannya Pemprov Sulbar menutup mata,” Ujarnya.

Jika hal tersebut terus terjadi kata Imat maka, sudah selayaknya Pemerintah Pusat menghentikan suplai anggaran yang melimpah ke Pemprov Sulbar jika tidak bisa berbenah dan memperbaiki kinerja demi kesejahtraan petani yang ada disulawesi barat. Pungkasnya.(AL)