Kalangan Akademisi Beri Poin Plus Pada Program SDK-Kalma

1294

MAKASSAR-LK, Sejumlah akademisi dan pengamat politik memberi poin plus
pada program serta visi misi yang diusung Pasangan Calon Gubernur
Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK)-Kalma Katta. Hal itu terungkap
dalam sebuah dialog publik yang diinisiasi KAMMI Sulseslbar, di Warkop
212 Makassar, Minggu (18/12).

Maju, sejahtera, mandiri dan berbudaya adalah nafas utama program
serta visi misi pasangan SDK-Kalma di Pemilukada 2017 mendatang.
Adapun turunan dari visi tersebut ialah perbaikan infrastruktur dan
perbaikan ekonomi rakyat.

Demikian pula dengan peningkatan kualitas SDM, perluasan layanan
kesehatan, serta perbaikan tata kelola birokrasi yang jauh melayani
lagi lebih bersahabat adalah sekian misi kerja yang bakal dilakukan
Pasangan Calon nomor urut 1 itu dalam mewujudkan visi besarnya dalam
membangun Sulawesi Barat.

Sejumlah program prioritas yang akan dilakukan pasangan yang didukung
Demokrat, Hanura, PKS dan PBB itu cukup sering disuarakan pada setiap
kesempatan kampanyenya. Program seperti pemerataan anggaran
infrastruktur Rp. 100 Milyar per tahun per kabupaten, pemenuhan
jaminan kesehatan masyarakat dengan pembagian kartu BPJS, serta upaya
meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat dengan
penggratisan seragam sekolah bagi anak didik SMA sederajat dan program
beasiswa bagi anak didik melanjutkan pendidikannya ke level perguruan
tinggi dianggap sebagai program yang cukup menarik.

“Sudah cantik ini program, sisa ditutupi hal-hal yang dianggap masih
perlu. Misalnya, jika image Sulbar semakin menurun, pasangan ini
(SDK-Kalma) harus memperbaikinya jika kelak terpilih,” sebut Dosen
Fisip Universitas Muhammadiyah Makassar, Arqam Azikin.

Sementara itu, Arief Wicaksono menganggap, visi misi dan program yang
ditawarkan pasangan SDK-Kalma di Pemilukada Sulawesi Barat relatif
mudah diterima masyarakat. Ia menyebut, penjabaran visi misi serta
program SDK-Kalma sudah sangat ideal.

“Tentunya, kesemuanya itu harus bisa direalisasikan jika kelak
keduanya terpilih,” ungkap dekan Fisipol Universitas Bosowa Makassar
itu.

Di tempat yang sama, pakar politik dari Universitas Hasanuddin
Makassar, Adi Suryadi Culla menganggap, sosok SDK-Kalma merupakan dua
figur yang punya pengalaman cukup dalam memimpin jalannya pemerintahan
di suatu daerah. SDK dua periode jadi Bupati Mamuju, sementara Kalma
10 Tahun menjadi Bupati di Majene.

Menurutnya, pengalaman tersebut merupakan modal besar bagi SDK-Kalma
dalam memimpin pemerintahan di Sulawesi Barat jika keduanya dipercaya
masyarakat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Visi dan misi kandidat ini (SDK-Kalma) sangat siap dari segi konsep.
Bagus, terstruktur, programnya juga cukup jelas. Sisa dikembangkan
saja,” cetus Adi Suryadi Culla. (Mul)