Kasat Lantas : Jangan Takut Kalau Tidak Melanggar

93

Majene, LensaKhatulistiwa.com – Polres Majene – Menjadi salah satu fungsi terdepan pada pelayanan di kepolisian, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) tidak lupuk dari berbagai kritikan di madia sosial bahkan menjadi buah bibir di tengah masyarakat.

Biasanya kritikan kebanyakan di ungkapkan saat di jalan, utamanya sebagian masyarakat yang kena tilang, dengan protes. “Kenapa saya ditilang pak, padahal banyak juga pengendara yang melanggar tapi tidak di tilang,” cetus Kasat Lantas Polres Majene Iptu Andi Rady saat berbincang santai bersama sejumlah personelnya, Kamis (21/10/21).

Ungkapan protes ini lanjutnya, sering dilontarkan masyarakat, pelajar, mahasiswa dan selainnya kepada petugas saat akan di tilang, padahal melanggar aturan berkendara, seperti tidak mengenakan helm, menggunakan knalpot bogar, tidak membawa surat-surat kendaraan, melanggar rambu lalu lintas dan seterusnya.

“Pada dasarnya, pelanggar hanya tidak mau menerima tindakan petugas di lapangan, padahal pelanggarannya begitu nampak, sehingga dengan berbagai alasan terus dilayangkan pada ujungnya berharap agar dilepaskan begitu saja,” bebernya.

Kasat Lantas Iptu Andi Rady mengatakan, Polantas hanya menjalankan tugas sebagaimana mestinya dan tentu yang ditindak hanya yang tertangkap tangan langsung saat tugasnya berlangsung.

“Hukum itu berlaku bagi siapa saja sampai pada penegak hukum itu sendiri apabila melakukan pelanggaran. Kamipun selaku Kasat Lantas jika melanggar aturan berkendara siap ditilang, karena semua terikat aturan,” paparnya.

Ungkapan yang mengatakan sambung Kasat Lantas, bahwa budaya berlalu lintas bisa jadi tolok ukur maju tidaknya suatu peradaban negara. “Jika kondisi lalu lintasnya saja masih di dominasi pelanggaran di sana-sini, maka dapat disimpulkan negara itu masih berkembang begitupun sebaliknya,” ujarnya.

Kasat lantas menambahkan, intinya, tidak perlu takut jika tidak melanggar, meski setiap persimpangan ada Polisi Satlantas yang berdiri di jalan, karena yang ditindak hanya yang melanggar.

Ia juga mendengarkan cerita personelnya tentang pengalamannya saat menilang pelanggar yang menggunakan knalpot bogar. “Pelanggar mengatakan, kenapa saya ditilang pak, padahal banyak juga motor yang lalu lalang menggunakan knalpot bogar tapi dibiarkan begitu saja,” terangnya.

Namun pihaknya menjawab pernyataan pelanggar dengan memberikan pandangan. “Kalau ada orang yang menjaring ikan di sungai, kira-kira ikannya tertangkap semua,” tanya Petugas Satlantas kepada pelanggar, namun pelanggar terdiam, bingung menjawabnya,” ulasnya.

“Begitulah perumpamaan kami di lapangan hanya yang terjaring yang bisa kami berikan tindakan. Salam Pelopor keselamatan,” tutup Kasat Lantas.(Srl)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here