Kemenparekraf RI Janji Berkunjung ke Sulbar

141

LensaKhatulistiwa.com, Majene – Kepariwisataan yang bertajuk budaya dan alam berkaitan erat dengan keadaan lingkungan, tentunya harus tetap dijaga dan dipelihara, baik dari Pemerintah maupun masyarakat wilayah setempat.

Pernyataan ini, dituturkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) Sandiaga Salahuddin Uno saat membuka Festival Kota Tua Majene dalam jaringan (Daring), di ruang Pola Kantor Bupati Majene, Jumat (06/08/21).

“Saya mengapresiasi dan berharap Pariwisata Majene bisa menjadi primadona di Sulbar. Mencintai, menjaga dan melestarikan budaya Sulbar marasa untuk menjadi Kharisma Event Nusantara,” ujar Sandiaga.

Ia mendukung, Pemerintah Provinsi Sulbar atas percepatan pemulihan pariwisata berbasis lingkungan di Sulbar. “Festival Kota Tua Majene juga diharapkan bisa jadi lokomotif dalam meningkatkan pariwisata Sulbar,” harapnya.

Diuraikan, Sulawesi Barat mempunyai berbagai macam event, seperti Festival Sandeq Race, Festival Gandang Dewata di Mamasa, Festival Bumi Lalla Tasisara di Mamuju Tengah, Festival Banua Kayyang di Polman hingga festival Kota Tua Majene. “Selamat menyelenggarakan Festival Kota Tua Majene pada 6 sampai 7 Agustus 2021,” ucapnya.

Menurut Sandiaga, bahwa Festival Kota Tua Majene dapat dijadikan Calender of Event atau sekarang disebut Kharisma Event Nusantara. “Selepas PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), saya akan berencana berkunjung di Sulbar, dan saya berharap Festival Kota tua Majene juga bisa menjadi event pariwisata unggulan di Sulbar,” harapnya.

Sementara, Gubernur Sulbar Andi Ali Baal Masdar (ABM) mengucapkan terima kasih Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif Republik Indonesia atas agenda yang luar biasa yang diberikan kepada Kabupaten Majene di Sulbar

“Kami dan masyarakat terus menjaga dan memelihara kebudayaan selama bertahun-tahun sampai saat ini, kita tahu banyak budaya di Kabupaten Majene, baik berupa nyanyian, tarian maupun kepariwisataannya, dan tetap berusaha menjaga dan melestarikan budayawan, baik seniman maupun anak-anak generasi muda di Kabupaten Majene untuk terus melestarikannya,” ungkapnya.

Gubernur Sulbar juga mengapresiasi pelaksanaan Festival Kota Tua Majene melalui kegiatan seni dan budaya Mandar Majene. “Terima kasih kepada para DPRD, Ketua DPR yang telah memberikan support atas perhatian dan penghargaan untuk Kabupaten Majene sehingga program Festival berjalan dengan baik,” ucap ABM.

Kesempatan sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulbar Farid Wajdi mengatakan, Festival Kota tua Majene menawarkan destinasi wisata, dengan warisan fisik dan nilai historis Majene sebagai pusat perniagaan, administrasi, kerajaan Ibu Kota Mandar.

“Semua itu dikemas dalam satu image Majene sebagai Kota Tua. Dan sangat kaya akan bangunan bersejarah, sehingga sangat mendukung dalam membentuk image kota tua Majene,” sebutnya.

Ia menguraikan, di Majene terdapat Museum Mandar, makam Raja-raja Banggae, bangunan lama yang masih terdapat di sepanjang taman kota, sejumlah benda pusaka dan masih banyak lagi yang bisa dieksplorasi masyarakat dalam festival kota Majene.

Dijelaskan, selain menjadi destinasi wisata menarik untuk wisatawan lokal, Majene juga dapat menjadi ajang edukasi akan nilai sejarah di Tanah Mandar. “Inilah yang menjadi nilai jual untuk pengembangan pariwisata Majene, sehingga kami dari Dinas Pariwisata Sulbar untuk awal Agustus ini akan fokus untuk menyelenggarakan festival. Tentu saja dengan tetap mengedepankan Protokol kesehatan,” ujar Farid.

Hadir dalam pembukaan, Wakil Bupati Majene Arismunandar, Pimpinan OPD, Forkopimda, Ketua DPRD Provinsi Sulbar bersama anggotanya beserta para Wakil Ketua dan anggota DPRD Provinsi Sulbar, DPRD Kabupaten Majene, para pejabat para pegiat seni, para wartawan media cetak dan online serta para undang lainnya.(Srl)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here