NGO Abal-abal Menjamur Di Sulbar

527

Mamuju – LK. Menjamurnya Lembaga Swadaya Masyarakat di Provinsi Sulbar menjadi perhatian tersendiri oleh kalangan pekerja sosial di sulawesi barat. Salah satu diantaranya adalah Ketua PMII Cabang Mamuju, Ibnu Imattotori.

Dikatakannya bahwa di Sulbar sangat banyak Non Goferment Organitation (NGO) yang dibentuk akan tetapi tidak punya orientasi yang jelas sebagaimana subtansi awal sejarah lahirnya NGO di Indonesia, sehingga menurutnya ini kemudian hanya melahirkan antipati dari masyarakat.

“Lahirnya NGO di Sulbar harusnya menjadi kanal pendidikan kepada rakyat agar rakyat mampu menyelesaikan persoalan yang sedang mereka hadapi, sebab secara historis NGO lahir di Indonesia untuk menjadi teman berfikir masyarakat dalam menyelesaikan problem sosial kemasyarakatan,” Katanya.

Secara faktual justru yang dipertontonkan saat ini, NGO terkesan dijadikan sebagai medium popularitas aktivisme dengan cara menyuarakan problem sosial berdasarkan hasil kajiannya sendiri tanpa melibatkan rakyat secara aktif. Dan ironisnya karena mereka bersuara dengan mengatasnamakan rakyat.

“Semestinya Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesbangpol Provinsi Sulbar harus melakukan perifikasi secara detail sesuai dengan yang tertuang dalam mekanisme dan syarat tentang pendirian organisasi kemasyarakatan termasuk mengawasi lembaga yang sudah berdiri karena jangan sampai lembaga tersebut hanya digunakan untuk menakut-nakuti rakyat sehingga kita kecolongan lagi,” Pungkasnya.(AL)