Ombudsman Tuding Adanya Target Yang Di Bebankan Kepada Kepala SKPD Oleh Pemerinta Mamasa Dengan Alasan Peningkatan PAD Mamasa

705

Mamuju-LK, Lembaga Ombudsman RI Perwakilan Sulbar, menuding adanya indikasi bahwa pemerintah Kabupaten Mamasa, memberikan target kepada kepala SKPD lingkup Mamasa, dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah,(PAD). Hal itu di katakan oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulbar, Lukman Umar, Hal itu dikatakanya saat mengambil keterangan dari kepalah Dinas catatan sipil yang dimintai keterangan dugaan adanya pungli (pungutan liar) pengurusan KTP dan Dokumen Lain Kepada warga kabupaten mamasa.

” Informasi ini A1, kami punya remakanya, kepala capil menjelaskan bahwa kebijakan yang ia lakukan karna alasan di target PAD yang dibebankan kedinasnya.” terang Lukman Umar Kepala Perwakilan Ombudsman RI Untuk Sulbar.

Menurutnya Hal ini akan di konfirmasikan kepada Bupati Mamasa sebagai pemegang kebijakan tertinggi di lingkup kabupaten. Kami juga menduga apa yang terjadi di discapil, terjadi juga di SKPD lainnya tidak terjadi disatu SKPD Lingkup Kabupaten Mamasa, namun secara merata kesemua SKPD, ini yang kami akan investigasi secara mendalam.

Olehnya itu kedepanya kami akan mengkonfirmasi kepihak Bupati Mamasa untuk menjelaskan hal ini, kalau ternyata bupati mamasa mengetahui dan membiarkan hal ini, jelas ini bermasalah dan kami akan laporkan ini kepihak penyelenggara.

Disamping Ombudsman RI perwakilan Sulbar. Said kepala Devisi Pengelolaan Data dan Infestigasi LSM Derak, menyayangkan hal itu , jika benar apa yang dikatakan oleh Ombudsman, terkait adanya target yang dibebankan pemerintah mamasa kepada para kepala SKPD lingkup mamasa untuk kepentingan peningkatan PAD dimamasa.

” ini jelas tidak dibenarkan walaupun alasanya peningkatan PAD, pungutan liar yang diduga terjadi di Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Mamasa, jelas melanggar hukum tertinggi yang menegaskan bahwa tidak ada lagi pungutan biaya saat mengurus KTP dan Dokumen Lain” Tutur Said Yang akarab disapa Edo.

paska mendengar informasi ini, Said Mengatakan LSM Derak akan membentuk tim untuk mencari kebenaran kasus ini,  dan kalau kami temukanmaka,Kami akan melakukan pelaporan kepada pihak berwenang.(AND)