Paripurna Tetapkan Syamsul Samad Jadi Plt Ketua DPRD SulBar

522

MAMUJU-LK, DPRD Sulawesi Barat akhirnya ‘merestui’ Ketua Komisi I DPRD, Syamsul Samad sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Sulawesi Barat, guna mengisi kekosongan kursi Ketua DPRD yang ditinggal sementara oleh Andi Mappangara karena alasan mengikuti ibadah haji.

Lewat Rapat Paripurna DPRD Sulawesi Barat, Jumat (9/09), Seluruh Anggota DPRD yang sempat hadir menyepakati nama Syamsul Samad sebagai Plt Ketua DPRD Sulawesi Barat.

Hal itu sekaligus mengakhiri beragam polemik yang sebelumnya bergulir perihal ditunjuknya Syamsul sebagai Plt Ketua DPRD.

Keputusan pengangkatan Syamsul Samad sebagai Plt Ketua DPRD Sulawesi Barat dituangkan ke dalam Surat Keputusan Nomor 11 Tahun 2016 tentang pimpinan sementara DPRD Sulawesi Barat.

“Menetapkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Sulawesi Barat atas nama Syamsul Samad, S.Ip.M.Si dari Partai Demokrat,” bunyi keputusan DPRD yang dimaksud.

Seperti diberitakan, penunjukan Syamsul Samad sebagai Plt Ketua DPRD sempat mendapat penolakan dari sejumlah Anggota DPRD sendiri. Legalitas Syamsul untuk menduduki kursi Ketua DPRD menjadi hal yang cukup ramai didebat.

Padahal, Syamsul telah berkali-kali menjelaskan tentang apa dan bagaimana proses serta mekanisme yang dilalui oleh DPRD hingga lahirnya keputusan penunjukan dirinya sebagai Plt Ketua DPRD.

Penunjukan Syamsul sendiri didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan DPRD tentang Tata tertib DPRD.

Pasal 41 Ayat 3 dijelaskan, ‘Dalam hal salah seorang pimpinan DPRD berhalangan sementara lebih dari 30 hari, partai politik asal pimpinan DPRD yang berhalangan sementara mengusulkan kepada pimpinan DPRD salah seorang anggota DPRD yang berasal dari partai politik tersebut untuk melaksanakan tugas pimpinan DPRD yang berhalangan sementara’.

Menindaklanjuti Peraturan Pemerintah (PP) 16 Tahun 2010 tersebut, Demokrat sebagai Partai pemenang Pemilu sekaligus sebagai tempat Andi Mappangara merengkuh kursi Ketua DPRD kemudian memutuskan menunjuk Syamsul Samad sebagai Plt Ketua DPRD Sulawesi Barat.

“Memperhatikan; Surat DPD Demokrat Sulawesi Barat Nomor 022/INT/DPD-PD/Sulbar/VIII/2016 Tanggal 16 Agustus 2016 perihal usulan Pelaksana Tugas Ketua DPRD Sulawesi Barat,” bunyi Surat Keputusan Paripuran DPRD di bagian ‘memperhatikan’.

Bahkan, legitimasi Syamsul sebagai Plt Ketua DPRD kian kuat tatkala para Wakil DPRD Sulawesi Barat lainnya menyepakati pengangkatannya sebagai Plt Ketua dalam forum musyawarah rapat pimpinan DPRD pertanggal 8 September 2016 yang lalu.

Belum lagi kesepakatan akan penunjukan Syamsul yang diperoleh dari forum musyawarah dalam rapat Badan Musyawarah DPRD Sulawesi Barat Tanggal 9 September 2016.

Kini, setelah forum tertinggin DPRD, dalam rapat paripurna DPRD Sulawesi Barat yang telah menyetujui pengangkatan Syamsul sebagai Plt Ketua DPRD, berakhir pula segala perdebatan tentang apa dan bagaimana legitimasi Syamsul untuk menduduki sementara kursi Ketua DPRD Sulawesi Barat berakhir sudah.

“Plt Ketua DPRD Sulawesi Barat bertugas sejak keputusan pimpinan ini ditetapkan dan akan berakhir dengan sendirinya dan jabatan Ketua DPRD Sulawesi Barat akan dijabat kembali oleh Ketua DPRD masa bakti 2014-2019 sekembalinya menjalankan/menunaikan ibadah haji,” bunyi keputusan paripurna tersebut.

Paripurna DPRD tentang pimpinan sementara DPRD Sulawesi Barat sendiri dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, Munanadar Wijaya. Berdasarkan absensi paripurna DPRD, tercatat 25 orang Anggota DPRD yang menghadiri Paripurna tersebut.

Surat Keputusannya sendiri juga diketahui langsung oleh dua pimpinan DPRD Sulawesi Barat lainnya. Masing-masing Hamzah Hapati Hasan serta Harun.(Mul)