Pemkab Bertekad Bersama Tingkatkan Kualitas Pendidikan

116

Majene, LensaKhatulistiwa.com – Wakil Bupati Majene Aris Munandar menyatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene telah menetapkan sektor pendidikan yang merupakan salah satu kebutuhan dasar Kabupaten Majene.

“Kita bertekad bersama meningkatkan kualitas pendidikan di Majene,” ungkap Arismunandar pada Penandatanganan Menorandum Of Agreement (MOA), di Aula Laboratorium Terpadu Kampus Unsulbar Para Parang Majene, Senin (06/09/21).

Ia mengapresiasi langkah positif pada lini Pemerintahan kecamatan dan kelurahan akan memberikan ruang kepada para Mahasiswa untuk melakukan praktek langsung di lapangan ataupun di sekolah.

“Kita juga sudah melakukan vaksinasi massal kepada semua kalangan pelajar di Majene, mulai dari tingkat SLTP sampai SLTA, tentu muaranya agar proses belajar mengajar di sekolah dapat terlaksana dengan normal ke depannya,” ujarnya.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsulbar Abdullah menuturkan, melalui Penandatanganan MOA untuk membabgun kerjasama kemitraan dan mensinergikan membuka potensi yang ada di Sulbar. “Sekaligus menindaklanjuti MOU sebelumnya,” jelasnya.

Dikatakan, beberapa tahun telah diberikan tanggung jawab kepada Balitbang Sulbar dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sulbar. “Karena kondisi IPM Sulbar saat ini masih berada pada peringkat bawah, dan kami selaku perguruan tinggi punya andil untuk dapat membangun bersama dalam hal peningkatan IPM,” tuturnya.

Diuraikan, saat ini telah berada dalam situasi kampus iklim merdeka, dimana mahasiswa sudah terjun langsung ke masyarakat dan tidak lagi di kampus. “Untuk pertama ini kami fokus di Majene dan Polman agar dapat efisien dalam pembiayaan mahasiswa karena saat ini masih swadaya,” akunya.

Ia mengaku, telah dapat memenuhi kekurangan guru di daerah tertentu, dengan hadirnya mahasiswa langsung di daerah, terdapat 11 SLTP dan SLTA yang saat ini telah di tempati mahasiswa pada daerah terpencil. “FKIP disini adalah fakultas terbaru yang ada di Unsulbar, dan baru berjalan selama 3 tahun terakhir,” terangnya.

Kesempatan sama, Wakil Rektor II Unsulbar Anwar Suliling memaparkan, saat ini telah membangun kerjasama yang lebih spesifik dalam rangka memajukan pendidikan di Sulbar.

Ia menjelaskan, kampus merdeka belajar yang dibuka Kemenristek Dikti tentu mengikuti 8 indikator yang telah ditetapkan. “Dimana dewasa ini tidak harus menerima pembelajaran di kelas saja, namun diberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk magang yang diminta para mahasiswa termasuk para dosen,” ujarnya.

Tidak hanya itu, termasuk praktisi akan diundang untuk masuk ke kampus mengajar, karena ilmu praktisi tidak ada dalam mata kuliah manapun. “Kegiatan yang dilaksanakan FKIP ini tentu sangat kami dukung dan berharap di fakultas lainnya dapat pula melakukan hal yang sama,” harapnya.

Anwar mengemukakan, tentunya MOA yang ditanda tangani punya tindak lanjut ke depannya. “Bukan hanya berhenti saat ini saja, namun tetap dikawal dan menjadi perhatian tersendiri. Sehingga diharapkan ke depannya Unsulbar akan dapat sejajar dengan PT lainnya yang ada di Indonesia,” pintanya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar Prof. Gufran mengucap terima kasih karena memfasilitasi bertemu dengan dua Kadis Pendidikan sekaligus. “Perkembangan fiskal Kabupaten di Sulbar masih dilanda Covid-19, dan alternatif jalan keluarnya adalah membangun kerjasama,” ungkapnya.

Yang menjadi persoalan mendasar lanjutnya, bahwa Dinas Pendidikan adalah pada tingkat SD, dimana saat ini masih berada pada posisi 28 Nasional. “Saat ini kami menghapus 7 SMA yang ada di Kabupaten Mamasa, akibat tidak adanya siswanya. Pekerjaan terbesar kita adalah berhadapan kepada asesment Nasional,” akunya.

Ia mengungkapkan, upaya untuk memajukan kualitas pendidikan di Sulbar tentunya mengacu pada intinya, yaitu bagaimana sinergitas dapat dikuatkan dan disamakan, antara Unsulbar dan Provinsi Sulbar untuk tidak dapat dipisahkan.

Penandatanganan MOA dilakukan antara FKIP Unsulbar dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, Disdikpora Majene, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Polman dan Balitbang Majene.(Abr)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here