Pemprov Sulbar Dukung Industri

51

LensaKhatulistiwa.com, Majene, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar berkomitmen untuk mendukung program industri keuangan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan iklim dunia usaha dengan memberikan ruang kepada industri keuangan serta pelaku usaha untuk tumbuh dan berkembang.

Hal ini, dituturkan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sulbar Saharuddin saat menyampaikan sambutan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar pada Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Provinsi Sulbar, di Villa Bogor Leppe Majene, Rabu (28/07/21).

Saharuddin menjelaskan, berdasarkan Produk Domestic Regional Bruto (PDRB) 2020 atas dasar harga berlaku mencapai 45,91 triliun rupiah. “Perkembangan ekonomi Sulbar terus menunjukkan peningkatan, pada 2020 naik sebesar 1,69 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi Sulbar triwulan IV-2020 mengalami kontraksi sebesar 2,42 persen dengan skala regional dikawasan Maluku dan Papua,” jelasnya.

Ia meminta, pemerintah daerah agar mempersiapkan dan memetakan kembali pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang potensial untuk difasilitasi agar lebih mudah mengakses produk jasa keuangan yang terdampak pasca gempa Sulbar 6,2 Skala Richter.

“Tentu lembaga jasa keuangan mensosialisasikan secara intensif produk-produk jasa keuangan yang bersuku bunga rendah dan memudahkan masyarakat,” pintanya.

Diungkapkan, yang belum tergarap secara maksimal dari sekian banyak potensi di Sulbar, utamanya pada sektor unggulan daerah, seperti sektor pertanian dan perikanan yang merupakan sektor strategis daerah, sebagai penyumbang PDRB terbesar. “Sekiranya bisa didorong bersama dalam mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi di Sulbar,” ujarnya.

Apabila sektor-sektor strategis dapat digarap secara bersama antara pemerintah lanjut Saharuddin, maka dapat memberikan pengaruh positif kepada industri keuangan dan stakeholder terkait lainnya.

“Saya yakin kendala selama ini diharapkan dapat memberikan pengaruh yang positif¬† terhadap pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, termasuk pada kelompok UMKM,” harapnya.

Ia mengaku, sangat menyambut baik kerjasama antar seluruh pemangku kepentingan terkait. “Kita berharap agar Pemerintah Kabupaten se-Sulbar segera membentuk TPAKD untuk mempercepat peningkatan akses keuangan masyarakat dan pelaku usaha di wilayah Sulbar,” harap Saharuddin.

Ia menambahkan, melalui kegiatan TPAKD, baik Provinsi maupun Kabupaten, dan seluruh pemangku kepentingan terkait dapat bersinergi dalam membuka akses keuangan yang lebih besar kepada masyarakat pelaku usaha disektor potensial daerah yang terdampak pada Pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi pasca gempa tanggal 15 Januari 2021 lalu di Kabupaten Majene dan Mamuju Provinsi Sulbar dengan 6,2 Skala Richter.

“Melalui upaya-upaya antara lain, lembaga jasa keuangan agar memperluas jaringan kantor yang menjangkau daerah-daerah terpencil di Sulbar sehingga memudahkan akses masyarakat terutama pelaku usaha sektor-sektor utama daerah Sulbar antara lain petani, pelaku UMKM, nelayan dan sebagainya,” tambahnya.

Kegiatan dengan tema Pengembangan Potensi Unggulan Sulawesi Barat Melalui Klasterisasi UMKM, dilanjutkan dengan pemaparan produk unggulan daerah untuk setiap kabupaten yang dipandu Kabiro Ekbang Sulbar Masriadi.

Rapat Pleno TPAKD yang dilaksanakan Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Sulbar, diikuti semua Perwakilan kabupaten se-Sulbar, untuk Kabupaten Majene dihadiri Asisten II Andi Amran, Kadisbudpar Majene Kabag Perekonomian Setda Majene serta Kepala OJK Regional 6 wilayah Sulampua dan Pimpinan Perbankan lainnya serta Tim TPAKD Provinsi dan Kabupaten se-Sulbat.(Srl)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here