Pengadaan Labkesda RSUD Sulbar Dinilai Proyek Gagal

66

Mamuju, Lensakhatulistiwa.com – Wakil Ketua DPRD Sulbar menilai, proyek
pengadaan Laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) rumah sakit umum
daerah (RSUD) regional Prov Sulbar adalah proyek gagal.

Hal itu di ungkapkan Wakil Ketua III DPRD Sulbar Abdul Rahim, saat di
temui usai rapat komisi IV bersama direktur RSUD Prov Sulbar dengan OPD
terkait di tenda darurat pelataran kantor DPRD Sulbar, selasa (2/3/2021).

“Itu sudah masuk tahap evaluasi DPR melalui komisi IV. Kita menemukan
labkes ini dalam kondisi yang belum layak beroperasi karena daya
dukungnya di sana itu samasekali belum ada,” kata Abdul Rahim.

Dia mengatakan, peralatan yang tersedia di RSUD Sulbar itu cukup bagus,
sayangnya listrik tidak memadai kemudian sumberdayanya juga relatif
sangat terbatas.

“Padahal labkes ini sangat kita buutuhkan. Uji segalanya di sana, itu
ada semua peralatannya disana,” ungkapnya.

Ia pun meminta pemerintah Provinsi dalam hal ini pihak eksekutif segerah
mengalokasikan anggaran ke labkes.

“Sayangnya tahun 2020 kemarin, kita alokasikan anggaran sekian Milyar,
kalau saya tidak salah itu sekitar Rp2 Milyar tapi kan akhirnya gagal
lelang,” katanya.

Menurutnya untuk memaksimalkan pengoperasian Labkesda yang di miliki
RSUD regional sulbar itu membutuhkan alat penunjang yang cukup memadai
untuk dapat memberikan rasa nyaman.

“Kita butuh di sana listrik, AC, kemudian pasilitas penunjang didalamnya
itu untuk mengfungsikan alat-alat yang ada, dan ternyata itu kan sangat
tidak memadai sehingga banyak masyarakat kita, banyak orang yang tidak
nyaman ketika datang ke labkes,” ujarnya.

Olehnya itu Abdul Rahim mendesak komisi IV segera melakukan kunjungan ke
RSUD Sulbar untuk melihat secara langsung kira-kira apa yang bisa di
lakukan.

“Kita bisa lakukan support terutama bagaimana mendesak pihak tim
anggaran agar segera memenuhi apa yang selama ini menjadi tuntutan dari
pihak pengelola labkes disana. Yang jelas kondisi labkes saat ini, itu
kondisinya menurut saya bisa di katakan sangat tidak layak.

“Walaupun ada fungsi-fungsi lain yang mereka bisa jalankan tetapi sangat
jauh dari apa yang kita harapkan padahal sebenarnya labkes itu bisa
menjadi sumber pendapatan yang besar,” cetus Abdul Rahim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here