Peringati Hut Mamuju Dengan Upacara, DPRD Mamuju Menolak

323

Mamuju –Lk, Agenda rapat di ruang DPRD Mamuju yang dipimpin langsung oleh Wakil ketua DPRD, Sugianto. Soal Adanya wacana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Mamuju ke 477 hanya akan melakukan upacara oleh Pemda diruangan terbuka itu di tolak oleh anggota DPRD Mamuju dan telah disepakati saat.

“Kok wacananya HUT Mamuju ke 477 hanya ingin diupacarakan, persoalan kami sangat menyayangkan kembali ketika hanya berbentuk upacara tanpa paripurna,” Ungkap Malik Ballako yang merupakan salah satu anggota DPRD Mamuju.

Sementara itu, Syamsuddin yang juga merupakan anggota DPRD Mamuju partai Demokrat juga mengusulkan akan mengundang kembali lembaga adat sebab para tetua itu dianggap lebih paham dan dapat menjadi kultur didaerah, dan alasan yang lain juga, dalam peringatan hari jadi Mamuju juga bisa menjadi salah satu jualan masyarakat Mamuju untuk masyarakat luar.

Ashad Tamborang salah satu legislator partai berlambang Bantengpun juga mengusulkan bahwa peringatan HUT Mamuju ke 477 diminta mengacu pada perda kalau bunyi perda tetap dituangkan, sidang paripurna.

Ditempat yang sama Wakil Ketua DPRD Mamuju Sugianto, mengatakan bahwa dari beberapa pandangan anggota DPRD tidak menghendaki peringatan hari jadi Mamuju hanya dilakukan upacara, dimana hal ini disampaikan oleh Malik Ballako, Syamsuddin, dan Ashad Tamborang diruangan rapat tersebut.

“Adanya wacana peringatan Hut Mamuju, yang hanya akan dilaksanakan Upacara, kita harus merujuk pada peringatan paripurna sebab itu sudah ada ketentuan dalam perda, dan akan dilaksanakan 14 juli setiap tahunnya, Hut Mamuju yang ke 477,” Kata Wakil Ketua DPRD Mamuju Sugianto.

Tentu kita tidak menghendaki peringatan hari jadi Mamuju hanya dilakukan upacara, dan mempertegas adanya rujukan dari peringatan dari sidang paripurna ke peringatan upacara, dengan adanya ketentuan dalam perda, juli 14 setiap tahun diadakan perayaan peringatan Hut Mamuju DPRD dan masyarakat,”tambahnya.

”Ini Merupakan upaya untuk menumbuh kembangkan kearifan lokal didaerah kita dan nilai nilai budaya, disamping tetap melakukan sidang paripurna, biarkan pemerintah daerah melakukan juga upacara, sepulang dari upacara bisa masuk dalam sidang,” simpul Sugianto

Untuk diketahui bahwa adapun yang direncanakan Pemkab Mamuju melalui wacana kepada Sekwan, yakni budaya Sossor Manurung, Penamatan santri. (Mul)