Perpustakaan Setiap Desa Perlu Dorongan

24

Majene, LensaKhatulistiwa.com – Minat membaca tidak datang dengan sendirinya yang dimiliki seseorang, melainkan harus dibentuk, yang tentunya perlu upaya dan dorongan semua elemen pendukung, baik melalui latihan, pembinaan, peningkatan minat baca dan menyediakan perpustakaan di setiap desa.

Perpustakaan desa sebagai pusat komunikasi dan informasi yang sangat berperan dalam memberikan sumber informasi kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Selain itu, perpustakaan juga merupakan suatu lembaga pendidikan non formal dan sebagai sarana penunjang pendidikan formal.

Seperti yang dituturkan Pj. Sekertaris Daerah (Setda) Majene Masriadi Nadi Atjo pada Sosialisasi Undang-undang dan Kebijakan Perpustakaan, Program Pembudayaan Gemar Membaca Tingkat Daerah Kabupaten dan Kota dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Majene, di Aula B’Nusabila Majene, Rabu (12/10/21).

Diungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene mendorong setiap desa di Majene untuk dapat membangun perpustakaan desa. “Meski telah ada beberapa desa yang secara mandiri memiliki perpustakaan, namun masih banyak desa lain yang harus di dorong untuk membuat perpustakaan di desanya,” ungkapnya.

Dari hadapan para Kades se-Majene, Masriadi mengimbau seluruh desa di Majene untuk berkewajiban menyiapkan perpustakaan desa agar masyarakat mendapatkan kecerdasan yang berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Melalui perpustakaan yang atraktif, inaktif, adaptif sehingga Majene menjadi unggul, mandiri dan religius,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk meningkatkan minat baca masyarakat tentu membutuhkan bimbingan dari semua pihak, sesuai Undang-undang Nomor 43 Tahun 2017 Tentang Perpustakaan. “Dalam aturan ini diamanatkan untuk bersinergi antara Pemerintah, masyarakat dan sekolah dalam meningkatkan minat baca,” jelasnya.

Masriadi menyambut baik dan mengapresiasi sosialisasi karena sebagai wahana untuk menumbuhkan minat baca masyarakat utamanya generasi muda agar pustaka menjadi salah satu destinasi utama yang bisa membuka wawasan dan cakrawala.

Sementara, Kepala DPK Majene Hj. Hasnawati menjelaskan, peserta Sosialisasi merupakan Kepala Desa atau Perwakilan Pemdes dari 62 Desa se-Majene. “Kita berharap, agar Pemda Majene, selain memberi dukungan pelaksanaan Perpustakaan Desa, juga perlu dibantu ketersediaan buku untuk koleksi Perpustakaan Desa,” harapnya.

Ia meminta, agar Pemda Majene mempertimbangkan insentif terhadap pengelolaan perpustakaan desa. “Majene sudah menunjukkan perpustakaan Desa bisa berkompetisi dengan Kabupaten lain, bahkan ditingkat Nasional pada 2020, Desa Palipi Soreang berhasil meraih juara kedua Nasional,” pungkasnya.(Abr)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here