Program SDK-Kalma Dipuji Akademisi, Suraidah: Itu Penambah Spirit Bagi Kami

386

MAMUJU-LK, Sulawesi Barat yang Maju, Sejahtera, mandiri dan berbudaya,
merupakan visi besar yang diusung oleh pasangan Suhardi Duka
(SDK)-Kalma Katta di Pemilukada Sulawesi Barat 2017 mendatang. Visi
tersebut belakangan mendapat respon positif dari sejumlah akademisi
perguruan tinggi di Makassar.

Apresiasi positif pada program SDK-Kalma itu terungkap pada dalam
sebuah dialog yang diinisiasi KAMMI Sulselbar belum lama ini.
Nama-nama seperti Arqam Azikin, dosen Fisip Universitas Muhammadiyah
Makassar, Arief Wicaksono yang juga dekan Fisipol Universitas Bosowa
Makassar, serta pakar politik dari Universitas Hasanuddin Makassar,
Adi Suryadi Culla menganggap, apa yang diusung oleh SDK-Kalma di
Pemilukada Sulawesi Barat merupakan hal yang realistis dan benar-benar
menyentuh permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Menaggapi penilaian positif di atas, Ketua Tim Kampanye Provinsi
pasangan SDK-Kalma, Suraidah Suhardi angkat bicara. Menurutnya, apa
yang diungkap oleh para akademisi tersebut merupakan bukti betapa
program SDK-Kalma cukup ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Sebab para akademisi itu jelas mempertaruhkan disiplin keilmuannya
dalam memberikan penilaiannya terhadap program dan visi misi
SDK-Kalma. Ini bukti bahwa apa yang kandidatkan tawarkan adalah bukti
betapa itu semua cukup realisitis dan dapat dipertanggungjawabkan,”
jelas Suraidah, Rabu (21/12).

“Apa yang dikatakan para akademisi tersebut kami jadikan pelecut
semangat untuk kian gencar mengkampanyekan kandidat kami, tentu dengan
tawaran program dan visi misinya. Itu penambah spirit bagi kami,”
sebutnya.

Untuk diketahui, turunan dari visi besar yang ditawarkan oleh
SDK-Kalma di atas kemudian dijabarkan ke dalam beberapa program
prioritas. Dalam setiap kampanyenya, SDK-Kalma cukup sering menyebut
beberapa program prioritas, diantaranya pemerataan anggaran
infrastruktur Rp. 100 Milyar per tahun per kabupaten, Penggratisan
seragam sekolah untuk usia anak didik SMA/sederajat, pemenuhan jaminan
kesehatan dengan membagikan kartu BPJS ke seluruh masyarakat, serta
peningkatan kualitas SDM dengan program beasiswa bagi anak didik yang
melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi.

Direktur Eksekutif Indeks Politik Indonesia (IPI), Suwadi Idris
menganggap, visi misi serta program yang ditawarkan oleh jagoan
Demokrat, Hanura, PKS dan PBB itu adalah modal bagus dalam menatap
Pemilukada Sulawesi Barat. Selain itu, nilai plus lain yang dimiliki
oleh SDK-Kalma menurut Suwadi ialah kualitas SDM yang melekat di figur
SDK. Satu-satunya calon Gubernur Sulawesi Barat dengan predikat
pendidikan sekelas Doktor.

“Menurut saya, itu modal besar bagi pasangan SDK-Kalma. Keduanya juga
dikenal sebagai tokoh yang komitmen pada setiap apa yang
dijanjikannya,” kata Suwadi.

Menurutnya, pasangan SDK-Kalma sisa membumikan setiap visi misi dan
programnya itu ke masyarakat, serta mencegah terjadinya kecurangan di
proses Pemilukada ini.

“Visi misi tersebut akan mempengaruhi pemilih untuk kemudian memilih
SDK-Kalma di Pilkada nanti. Tentunya, itu bisa jadi kekuatan besar
untuk memenangkan Pilkada Sulbar,” tutup Suwadi Idris. (Mul)