Rahim: MK adalah tempat yang paling tepat untuk mengujinya

556

Mamuju, LK – Pasangan Suhardi Duka (SDK)-Kalma Katta telah memastikan langkahnya untuk membawa persoalan Pemilukada Sulawesi Barat ke meja Mahkamah Konstitusi (MK). Partai Nasdem, salah satu partai pengusung Pasangan Calon Ali Baal Masdar (ABM)-Enny Anggraeni Anwar sama sekali tak mempersoalkannya.

Sekretaris DPW Nasdem Sulawesi Barat, Abd Rahim mengakatakan, adalah hal yang sah-sah saja jika ada pihak yang merasa dirugikan atau
mendapati dugaan kekeliruan pada proses Pemilukada 15 Februari yang lalu.

“Itu hak konstitusional. Bagi mereka yang merasa dirugikan, silahkan menempuh jalur itu. Negara kita ini kah negara hukum. Semua sikap harus tersalurkan melalui koridor hukum. Tidak boleh ada yang melarang itu,” sebut Rahim, Senin (27/02).

Dihubungi via sambungan telepon, Rahim menilai, seluruh tahapan Pemilukada Sulawesi Barat telah berjalan sebagaimana aturabn dan
regulasi yang berlaku. Toh, jika masih ada pihak yang menganggap terdapat kekeliruan di dalam proses tersebut, MK adalah tempat yang paling tepat untuk mengujinya.

“MK akan menguji apakah alasan itu konstitusional adanya, atau hanya sekedar mengarang. Kita tidak pada posisi untuk menilai itu,” tutur
Rahim.

“Kalau ada yang mau membawa permasalahan ini ke MK, kami nevermind, tidak masalah bagi kami. Silahkan saja,” sambungnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Barat itu mengaku tetap optimis, proses di MK tidak akan memberi pengaruh banyak pada kemenangan jumlah suara yang diraih oleh ABM-Enny.

“Kami tetap percaya diri. Yang kalah di rekapitulasi perhitungan suara saja percaya diri, masa kami yang nyata-nyata menang di rekapitulasi
tidak percaya diri. Kami tetap confidence,” tuntas Abd Rahim.

Seperti diketahui, SDK-Kalma akhirnya memutuskan akan membawa dugaan pelanggaran pada proses Pemilukada Sulawesi Barat ke MK. Pengacara kawakan Yusril Ihza Mahendra serta beberapa pengacara lainnya dipastikan bakal mendampingi SDK-Kalma di tiap sidang MK.(Mul)