Rahmat Idrus Sebut Kasus Ini Mesti Menjadi Pelajaran Buat Perusahaan

757

Mamuju – LK, Rahmat SH, MH. Salah satu Tim Kuasa Hukum juru sita dari Pengadilan Negeri Mamuju dalam kasus PHI (Pengadilan Hubungan Industri), meyebutkan bahwa kasus PHI yang di eksekusi kali ini adalah kasus pertama yang di putuskan oleh pengadilan tinggi Mamuju.

“Kita berharap kedepanya tidak ada lagi perusahaan yang melakukan tindakan arogan,memecat tanpa membayarkan pesangon karna itu jelas melanggar UU Perburuhan.” ungkap Rahmat,Selasa, 9/2 pagi tadi Di kantor PT. MCF Cabang Mamuju.

Saat ini pihaknya mendampingi pihak juru sita dari Pengadilan Negeri Mamuju untuk menjalankan putusan eksekusi terhadap aset perusahaan, yang telah di putuskan pada perkara PHI ini.

Ia menegaskan eksekusi ini harus dilakukan, karna sudah memiliki kekuatan hukum tetap.” Karna ini adalah keputusan Pengadilan dan kita adalah negara hukum maka sudah seharusnya putusan ini dilaksanakan hari ini,” tegas Rahmat. SH, MH

Lanjut Rahmat kedepanya apabila ada kasus yang sama, terjadi di perusahaan lainya pihaknya siap untuk membeckupnya.” kami himbau juga agar karyawan yang merasa di rugikan oleh perusahaan dalam agar melaporkan hal itu, karna para pekerja itu telah di lindungi oleh undang-undang,” tegasnya

Dalam perkara itu Rahmat meyebutkan bahwa Tim Kuasa Hukum yang ikut mengawal kasus ini, terdiri dari Ketua Tim Rustam Timbongan. SH, MH, Rahmat SH,MH, Wahab SH, dan Nasrul SH, ABD. (AND)