Rayu Perjuangkan Hak Petani Sawit, Lewat Pansus TBS

440

MAMUJU, (LK)- Ketua Pansus penetapan Tanda Buah Segar ( TBS ) Rayu, sekaligus merupakan anggota DPRD Sulbar mengatakan bahwa , pasus TBS di bentuk sebagai salah satu upaya untuk mengembalikan hak-hak petani sawit di Sulbar yang selama ini pihak prusahaan Sawit di Sulbar merampas hak dan milik petani.

” Pansus saya bentuk bukan hanya untuk penetapan harga TBS saja, nanum pansus ini juga akan menyelsaikan permasalan sekala besar mengglobal. Saya menduga di dalamnya ini pasti ada kaitan yang satu dengan yang lainnya,bukan hanya persoalan isi perut tapi ini hak hak petani kita yang di rampas.” Ungkap Rayu kepada wartawan Rabu 01/03/17 di ruangan Ketua DPRD Sulbar usai memimpin rapat pansus TBS.

Di kesempatan itu juga,Ketua DPRD Sulbar Andi Mapangara menjelaskan, bahwa pansus TBS tersebut lahir di awali oleh àspirasi masyarakat petani Sawit yang ada di Sulbar. Aspirasi tersebut di tindaklanjuti serta di bahas di Komisi II DPRD sebagaimana yang telah di ketahui,bahwa pihak Prusahaan tidak bisa memperlihatkan impois pembelian TBS tersebut,sehingga di Komisi II DPRD tidak dapat di selsaikan ( Rumit ).

“Akhirnya kita sepakat membentuk pansus,memang kedengrannya sangat sederhana sebatas impois itu. Akan tetapi kita di sini sangat memperhatinkan,tadi ketua pansus sudah menjelaskan bukan hanya persoalan isi perut saja. Tapi ini sudah berlangsung sejak lama.” Ucap ketua DPRD Sulbar.

Ia pun menambahkan,persoalan TBS tersebut bukanlah persoalan biasa. Namun adanya persolan yang besar serta keterlibatan oknum- oknum yang memiliki kepentingan usaha,sehingga dua prusahaan besar tersebut,yaitu PT Surya Lestari dan PT Unggul berani melakukan hal tersebut.

” Pansus inilah yang akan mengungkap hal tersebut, saya yakin percaya akan berhasil menjawab dibalik semua ini. Saya bersama sama dari 21 anggota pansus akan bahu membahu dan mudah – mudahan tidak ada yang masuk angin,terkontaminasi.” Tutupnya. (Mul)