Salah Satu Wisata Hutan Mangrove Kab. Mamuju Jadi Cerita

596

Mamuju, LK – Mamuju sebagai kota provinsi Sulawesi Barat banyak menyimpan potensi wisata yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang produktif yaitu objek wisata hutan bakau (mangrove) dan menghasilkan pendapatan untuk daerah, salah satunya yang terletak di Ampallas Kec. Kalukku Kab. Mamuju yang berjarak 17 Km dari kota Mamuju dapat di tempuh selama 25 menit.

Objek wisata yang masuk dalam kategori ekowisata ini menyajikan dominasi hutan bakau yang dulunya dapat menemani akhir pekan para pengunjung yang ingin untuk menikmati warna hijau dan kesegaran suasananya kini menjadi cerita.

Persoalan yang di hadapi Tempat wisata mangrove tersebut adalah persoalan kepemilikan lahan dan akses masuk kedalam tempat wisata tersebut menjadi perdebatan panjang dan buntuh yang membuat keindahan tempat tersebut hilang di akibatkan beberapa tempat dan fasilitas tersebut terbongkar

Imanudding salah satu warga yang ada di daerah tersebut menyayangkan hal tersebut terjadi di tambah lagi rencana pemerintah akan membantu tempat tersebut kini pudar  dan tempat wisata yang dapat mengangkat perekonomian masyarakat pudar .

“saya sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi Tempat Wisata mangrove ini bisa berhenti, karna ada masyarakat yang mengklaim masing –masing lahan miliknya ditambah lagi dengan lahan yang dilalui oleh pengunjung yang meminta bagian atas hasil yang di miliki tempat wisata tersebut” katanya

Lanjut Imanudding “ Hal ini sebenarnya bisa di tangani jika kelurahan mau turung tangan atau kalau perlu pemerintah daerah untuk menegahi hal tersebut. Hanya perlu di dudukkan bersama dan sistem pengelolaan tempat wisata tersebut di atur dengan baik, kalau begini Tempat Wisata mangrove hanya menjadi cerita ”

Objek wisata yang tergolong baru, dengan sistem kelola sederhana. Kawasan pesisirnya juga masih sedang dalam tahap penanaman mangrove  awal yang masih terus dikembangkan. Pada beberapa titik masih dapat ditemukan mangrove  yang berukuran kecil sedang bertumbuh dan berada dalam pengawasan pengelola.

Hutan bakau atau mangrove sebenarnya memiliki peran yang sangat penting menjaga keseimbangan ekosistem di pesisir laut, ia menjadi sebuah bio filter, agen pengikat, serta dapat mengurangi polusi.  Selain itu mangrove juga menjadi rumah tempat hidup dan berkembang biak bagi berbagai varian kepiting, gastropoda, udang, ikan serta ekosistem laut lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here