SDK-Kalma Pertanyakan Hasil Scan C1 Milik KPU

540

MAMUJU-LK-Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merilis hasil perhitungan
Pemilukada Sulawesi Barat berdasarkan scan C1 dari seluruh TPS. Tim
calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Suhardi Duka (SDK)-Kalma Katta
mengaku menemukan perbedaan hasil perhitungan antara C1 yang dirilis
di portal KPU dengan formulir C1 yang dipegang oleh tim Pasangan Calon
nomor urut 1 itu.

Tim media center SDK-Kalma, Hajrul Malik menyebut, pihaknya menemukan
sejumlah perbedaan hasil perhitungan yang ia miliki dengan apa scan C1
yang diupload KPU di portal resminya. Di beberapa wilayah kabupaten,
perbedaan hasil perhitungan suara tersebut nyatanya merugikan pasangan
yang didukung Demokrat, Hanura, PKS dan PBB itu.

“Memang tidak semua berbeda. Tapi yang pasti kami temukan misalnya diu
Kabupaten Polewali Mandar. Kami temukan selisih angka, Paslon 3
(ABM-Enny) yang dimuat di portal KPU itu 103.987 itu yang ada di
portal. Berbeda dengan hitungan C1 yang kami terima yaitu 101.957.
Jadi ada selisih,” ungkap Hajrul dalam konfrensi pers yang digelar di
kediaman SDK, Jumat (17/02) sore.

Dikutip dari https://pilkada2017.kpu.go.id/hasil/t1/sulawesi_barat,
per pukul 19.20 WITA diketahui, perolehan suara Pasangan Calon Ali
Baal Masdar (ABM)-Enny Anggraeni Anwar memperoleh suara sebesar
243.552 suara, sementara SDK-Kalma di posisi kedua dengan perolehan
suara sebesar 238.256 suara dan pasangan Salim S Mengga-Hasanuddin
Mas’ud di urutan ketiga dengan perolehan suara 145.911 suara.

“Itu belum selisih yang ada di Mamasa, karena menurut kami, selisih
suara kami dengan Paslon 3 itu ada di angka 25.000. Tapi kalau di
portal KPU selisihnya cuma 23.000. Itu yang memang harus kami
sampaikan, karena yang di portal itu bukan hasil final, ia hanya
bersifat sementara,” sambung Hajrul.

Jika seperti itu, apakah mungkin ada perbedaan hasil perhitungan suara
antara tim pemenangan dengan KPU sementara data yang digunakan
sama-sama bersumber dari formulir C1 ?.

“Boleh saja terjadi human error. Karena itu melalui proses scan.
Ketika itu discan di pusat dan input, boleh saja angka 3 jadi angka 8.
Karena itu discan, bisa jelas bisa juga tidak jelas. Kami tidak
mengatakan ada kesengajaan, karena tekhnologi itu masih dikendalikan
manusia,” cetus Hajrul.

Sekretaris DPW PKS Sulawesi Barat itu menegaskan, pihaknya akan tetap
membuktikan keakuratan data yang ia pegang pada proses rekapitulasi
perhitungan suara berjenjang yang akan dilakukan dalam waktu depat.

“Nanti kita akan buktikan pada proses selanjutnya yaitu perhitungan di
kabupaten dan di provinsi. Apapun hasilnya, takdir politiknya kita
akan hormati. Tapi selama belum, kita akan menghimbau ke masyarakat
supaya tenang sampai hasil perhitungannya bisa selesai,” pungkas
Hajrul Malik.

“Paling tidak kita bisa sama-sama mengawal proses rekapitulasi yang
ada di semua tingkatan. Karena itu akan membuktikan asumsi para
Paslon. Itu semua akan diperkuat setelah ada proses rekapitulasi.
Jangan resah dengan apa yang sudah ditayangkan lewat portal KPU. Itu
belum final. Itu boleh saja ada kesalahan tekhnis di dalamnya. Karena
kami juga menemukan yang juga berbasis C1, ada selisih suara. Kita
meminta saja seluruh masyarakat untuk tetap tenang sembari menunggu
proses rekapitulasi yang ada,” sumbang legilstor asal Demokrat, Sukri
Umar. (Mul)