Semual Toyani: Jalan antara Desa di lima titik di Kecamatan Bonehau Harus terealisasi

528

Mamuju-LK,-Anggota DPRD Dapil II Mamuju Semual Toyani mengatakan, bahwa pelaksanaan Musrenbang yang dilaksanakan di Kecamatan Bonehau beberapa hari yang lalu untuk pembangunan infrastruktur jalan pada tahun 2018 mendatang, diharapkan dapat terealisasi sehingga dapat memberikan hasil yang diharapkan masyarakat setempat.

” Tahun 2018 mendatang tidak ada alasan Pemerintah Daerah, untuk tidak menganggarkan pembangunan jalan antara Desa di lima titik yang ada di Kecamatan Bonehau. Ada lima titik jalan di Kecamatan Bonehau yang harus mendapatkan bantuan, diantaranya. Jalan Desa antara Siraung ke Salumakki, kemudian Desa Limbong, ke Desa Sandapang, kemudian Jalan antara Desa Kalumpang ke Desa Makalikki, kemudian jalan antara Desa Polio ke Desa Batu Mekkada, serta jalan antara Desa Hinua ke Desa Kinatan. Kalau lima titik jalan ini tidak sepenuhnya mendapatkan bantuan, ya paling tidak, tiga titik jalanlah dulu mendapatkan bantuan itu ,” tegasnya saat ditemui di Ruang Bapemperda DPRD Mamuju, Rabu(8/3/2017).

Ia menyampaikan bahwa Musrenbang Kecamatan yang telah dilaksanakan tahun 2016 yang lalu tidak mendapatkan hasil untuk wilayah Kecamatan Bonehau Kabupaten Mamuju. Politisi Demokrat ini menilai, pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan antara desa seharusnya diprioritaskan mendapatkan bantuan, dikarenakan untuk lebih mempermudah masyarakat dalam meningkatkan akses ekonominya.

” Pada Tahun 2016 lalu, telah dilaksanakan Musrenbang di Kecamatan Bonehau. Ini kan ada skala prioritas. Beberapa kepala Desa telah mengusulkan pembangunan jalan infrastruktur sebagai program skala prioritas pada saat musrenbang. Hingga, saat ini belum juga mendapatkan bantuan tersebut. Alasan pemerintah selalu keterbatasan anggaran. Kalau selalu berbicara anggaran tidak cukup. Sampai kapan anggaran itu cukup..? Paling tidak sedikit disisipkan untuk pembangunan jalan. Kalau itu skala prioritas harus dianggarkan ke jalan itu,”pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa, pihaknya telah membandingkan bantuan peningkatan jalan yang telah dilakukan di pusat kota, justru lebih memakan biaya anggaran yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan anggaran jalan yang menhubungkan antara Desa tersebut.

” Kita lihat di Kota pengaspalan yang dilakukan ini kan anggarannya sangat tinggi. Coba kita perhatikan pembangunan jalan antara Desa ini tidak terlalu memakan biaya anggaran yang terlalu tinggi. Kemudian saya melihat di Daerah apa saja masyarakat kelihatanya nyaman karena akses jalannya bagus,”tutup Semual. ( Mul)