Syamsul Samad: Klarifikasi ABM Tentang Pancasila Bisa Disimpulkan Unsur Kesengajaan

340

Mamuju, LK – Politisi partai Demokrat Sulawesi Barat, Syamsul Samad juga melontarkan kritikan pedas atas klarifikasi Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar (ABM) tentang kisruh Pancasila bisa disimpulkan ada unsur kesengajaan setelah melihat fakta otentik dengan beredarnya beberapa postingan video yang kini telah beredar luas di dunia maya.

Hal ini dikemukakan Syamsul Samad dihadapan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia yang melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Sulbar, Selasa, 21/11.

Menurut Syamsul, jika dirunut dan dicermati secara mendalam dari rangkaian bukti-bukti hasil vostingan video melalui medsos sejak kesalahan membaca naskah teks Pancasila hingga klarifikasi ke media maka jelas terlihat ada keinginan untuk mendekatkan sila kelima dengan sila pertama Pancasila dengan dalil terlalu berjarak ditengah kondisi banyaknya aksi terorisme, radikalisme, kekerasann, demonstran dan kasus lainnya.

Alasan itu kata politisi dari daerah pemilihan kabupaten Polman ini menganggap sangat tidak relevan obsesi mengutak atik sila Pancasila terhadap kondisi bangsa sekarang ini.

“Pancasila merupakan ideologi bangsa yang sudah final dan tak bisa ditawar lagi. Bukti kesaktian Pancasila telah kita rasakan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat yang penuh toleran diantara pemeluk ummat beragama dari berbagai etnis suku-suku dari belahan nusantara ini,” ujar Syamsul.

Mantan aktivis jebolan Himpunan Mahasiwa Islam (HMI) ini menyebutkan, kesalahan Gubernur Sulbar dalam membcakan text Pancasila serta klarifikasi yang dikeluarkan adalah polemik kebangsaan saat ini dan itu telah menjadi perbincangan hangat di beberapa media nasional seperti Kompas.com, Tempo dan beberapa media nasional lainnya.

Parhanya lagi kata dia, pernyataan kontroversi ABM tentang Pancasila di beberapa laman media online seperti kompas.com beberapa waktu lalu lantas membuat masyarakat Sulbar pun dikebiri dan bahkan diolok-olok dari jutaan pembaca media-media nasional.

“Ini adalah polemik kebangsaan, Saskia Gotik saja di soal oleh Negara, dia itu bukan pejabat Negara, apalagi seorang pejabat negara yang terobsesi merubah urutan Pancasila dan itu fatal. Saya selaku generasi Sulbar turut merasa malu atas insiden ini,” Sebut Syamsul Samad.

Pemerintah saat ini kata dia, telah fokus untuk merawat Pancasila sebagai ideologi bangsa. Itu dibuktikan dengan pemberian alokasi anggaran bernilai triliuan untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan.

“Ada jutaan, triliunan uang Negara yang dikeluarkan untuk sosialisasi 4 pilar kebangsaan. Itu penanda bahwa betapa pentingnya Pancasila untuk disosialisasikan kepada generasi muda selaku generasi emas pelanjut estapet pembangunan bangsa dimasa depan,” terang Syamsul Samad.

Syamsul Samad juga meenambahkan, langkah pak Sekda Sulbar, Ismail Zainuddin pascainsiden kesalahan membaca teks Pancasila di hari Sumpah Pemuda itu sudah sangat tepat dan tidak perlu diklarifikasi ulang.

“Setelah pak Ismail melakukan klarifikasi atas kesalahan Gubernur dihadapan media bahwa hal itu bukan unsur kesengajaan masih bisa kita terima dengan akal sehat. Tetapi dengan beredarnya kembali vidio klarifikasi gubernur maka saya anggap itu adalah kesengajaan dan itu sangat fatal,” ujarnya menambahkan.

Di media sosial ada ratusan ribu dan mungkin jutaan orang yang mencemooh daerah ini, kita sebagai anak muda, generasi daerah ini tentu malu. Nah, jika gubernur segaja melakukan itu ya… tangkap,” tegas Syamsul Samad. (acc1)