Tekan Angka Putus Sekolah, Dosen Unsulbar Edukasi Anak Pesisir

109

MAJENE, Sekolah merupakan lembaga pendidikan tempat di mana seorang anak untuk belajar dan menuntut ilmu. Akan tetapi sekolah tidak dapat memberikan jaminan terhadap anak untuk terus melanjutkan pendidikannya.

Anak putus sekolah adalah permasalahan pendidikan yang merupakan kondisi anak yang tidak berkesempatan untuk menyelesaikan pendidikan hingga tidak memperoleh keterangan tamat belajar atau ijazah yang disebabkan faktor-faktor tertentu.

Hal ini dapat di lihat dari banyaknya anak yang putus sekolah di sejumlah daerah. Yang dimaksud putus sekolah ialah suatu keadaan di mana murid-murid keluar sekolah sebelum waktunya menamatkan pelajaran yang disebabkan berbagai faktor yang ada di luar dirinya.

Angka anak putus sekolah di berbagai daerah memang menjadi perhatian serius pemerintah dan berbagai kalangan terutama di wilayah pesisir. Hal ini dituturkan Tim Pengabdian Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Mufti Hatur Rahmah saat menggelar Program Sekolah Pesisir Berbasis Kelompok Belajar Anak Nelayan, di pesisir Cilallang Kelurahan Pangaliali Kecamatan Banggae, Sabtu (17/07/21).

Mufti Hatur Rahmah menuturkan, program
yang digelar itu juga merupakan program sekolah pesisir, sebagai upaya mengedukasi kepada anak yang hadir dengan cara belajar membaca, menulis, menghitung, menggambar dan sambil bermain.

“Ada puluhan anak nelayan mengikuti program ini, diramu dengan permainan interaktif dan penggunaan media pembelajaran seperti buku-buku bacaan bergambar, pelajaran berbasis Pop-Up maupun Augmented Reality (AR) yang dapat menarik minat dan motivasi belajar anak-anak nelayan ini,” tuturnya.

Program sekolah pesisir lanjutnya, harus terus berkelanjutan. “Tim PKMS akan melakukan stimulus dalam upaya menekan angka putus sekolah. Semangat belajar anak nelayan ini merupakan modal besar untuk merubah pola pikir para orang tuanya agar lebih sadar pentingnya pendidikan,” harap Kepala Laboratorium Terpadu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsulbar itu.

Seorang Dosen Pendidikan Biologi Unsulbar Nurhidayah mengatakan, anak-anak pesisir yang menjadi peserta dalam kegiatan edukasi sangat antusias. “Anak-anak nelayan ini sangat antusias dan selalu menunggu kedatangan kami di setiap jadwal sekolah pesisir ini,” terang Nurhidayah.

Dikatakan, edukasi didukung Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPM-PM) Unsulbar berlangsung secara intensif selama 3 pekan yang dimulai pada 5 Juli sampai saat ini.

Edukasi ini akan dilakukan pendampingan dibantu sejumlah mahasiswa Pendidikan Biologi Unsulbar. Sekolah pesisir ini pun dimonitoring setiap bulan hingga Oktober mendatang dan berharap mampu tekan angka anak putus sekolah,” harapnya.(Srl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here