Terkait Pernyataan Ketua PWI Sulbar Soal Media Yang Legal Disulbar Hanya Dua, Ini Tanggapan Ketua IJS Sulbar

1071

Mamuju-LK, Pernyataan Ketua PWI Sulbar. Sanif Adjo yang mengatakan hanya ada dua media yang resmi di sulbar. Yaitu Radar dan Sulbar Exspres, yang dia ungkap saat mengikuti kegiatan diskusi jurnalis yang dilakukan Kemenag Sulbar di hotel berkah. Saban waktu lalu. Ternyata mendapat tanggapan beragam dari beberapa organ Pers baik individu maupun lembaga, salah satunya, Lembaga Organisasi Lokal Pers, IJS (Ikatan Jurnalis  Sulbar ).

Lewat Ketuanya,  Irham Asis, yang mengatakan. Perkataan ketua PWI Sulbar yang soal media yang legal  hanya ada dua di Sulbar,  tentunya perlu di jelaskan secara detael,  sehingga tidak menimbulkan polemik di rekan-rekan media lainya, baik  cetak, elektronik maupun media masa.

“Kakanda saya Sanif Adjo meskinya menjelaskan hal ini (media legal) secara detail, karna isu ini tentunya akan membuat gejolak di rekan-rekan media lainya di sulbar. ” Kata Irham Asis, yang juga sebagai pimpinan di salah satu media bulanan di sulbar bernama Sulbar News. Sabtu 26/3. Sore tadi.

Ia mengatakan sesuatu yang legal itu, adalah sesuatu yang tidak memiliki landasan hukum dalam mendirikan perusahaan media.”Apakah kalau Media memiliki Ijin Setingkat PT, izin kemenhungkam dan izin situsiup serta membayar pajak tiap tahunya apakah itu dikatakan ilegal. Apalagi hal itu juga tekankan oleh  Dewan Pers. Ini mestinya perlu penjelasan ditael oleh ketua PWI, karna perkataanya tersebut telah menimbulkan gejolak di beberapa media lokal di sulbar” terangnya

Selain Irham Asis, Ada juga Kepala Biro Sulbar Koran Investigasi Edo, yang mengatakan kalau perkataan ketua PWI Itu betul, maka selama ini dari jumlah total media yang beredar di Sulbar, baik itu cetak, online, maupun media masa, selain Radar Sulbar, bersama Sulbar Expres, adalah ilegal.

“Saya biasa memperlihatkan seluruh dokumen perusahaan saya, yang menguatkan koran saya adalah koran legal, jadi saya sangat menyayangkan perkataan ketua PWI Sulbar saat mengikuti acara Disksi yang dilakukan Kanwil Sulbar di hotel berkah.” terang Edo Kabiro Sulbar.Koran Investigasi di sekretariat IJS.

Hal senada di ungkap juga oleh, Daus Pimpred Kabar Sulbar, salah satu media yang eksis tiap bulannya di sulbar. Daus mengatakan perkataan ketua PWI Sulbar seharusnya tidak dikeluarkan di forum seperti itu, tanpa menjelaskan secara detael soal bagaimana prosedur sampai media itu bisa di katakan legal atau tidak legal. Karna dengan perkataan ketua PWI Sulbar yang mengatakan hanya ada dua media yang legal di Sulbar yaitu Koran harian rakyat Sulbar, dan Koran Sulbar Expres, tentu berdampak terhadap beberapa perusahan media lain yang sudah lama eksis di sulbar.

” ini jelas berpengaruh besar terhadap bisnis media teman-teman lainya, apalagi ada kata legal dan Ilegal , jadi kalau bukan radar dan sulbar Expres berarti kami ini ilegal. Jadi peryataan ini mesti perlu di kelarifikasi oleh ketua PWI” katanya. (AND)