Tim Pora Majene Kembali Dibentuk

33

Majene, LensaKhatulistiwa.com – Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar selaku Ketua Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) Erybowo Radyan Asmono melaporkan, bahwa saat ini warga negara asing yang tercatat di wilayah Kabupaten Majene berjumlah 6 orang.

“Dari 6 orang ini terdiri dari 5 orang WNA Kebangsaan Amerika Serikat pemegang ITAS pekerja sosial di bidang Pendidikan pada Yayasan Salili Mandar dan 1 orang WNA Kebangsaan Jerman pemegang ITAS pekerja sosial Bidang Kesehatan pada Yayasan Salili Mandar,” terang Erybowo Radyan pada Rakor Tim Pora di Aula Villa Bogor Majene, Jumat (17/09/21).

Ia menuturkan, kesepakatan bersama, bahwa kegiatan Pora tidak hanya menjadi tugas pada instansi Imigrasi semata, melainkan juga pada instansi pemberi kebijakan dan penegakan hukum sesuai tugas dan fungsinya yang mengusung tugas-tugas pengawasan.

“Tim Pora dibentuk berdasarkan ketentuan Pasal 69 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. Secara garis besar mempunyai tugas dan fungsi untuk melakukan pengawasan atas segala kegiatan dan keberadaan orang asing di wilayah Majene,” ujarnya.

Dijelaskan, sebagai wujud pelaksanaan kegiatan pada 2021, tim pora Majene telah melaksanakan operasi gabungan sebanyak 1 kali, yaitu pada tanggal 17 Maret 2021, dengan kegiatan pora yang bekerja di Yayasan Salili Mandar Kecamatan Banggae.

“Kegiatan tim pora tidak hanya sebatas melakukan pengawasan terhadap keberadaan orang asing di wilayah Indonesia berkaitan dengan kebenaran atau keabsahan dokumen dan kegiatannya, tapi dapat juga melakukan atau memberikan saran dan pertimbangan perkiraan keadaan, kepada setiap instansi yang berwenang, baik yang diperoleh dari informasi situasi nasional dan regional, ataupun internasional,” urainya.

Dikatakan, seperti hal yang menyangkut transnasional crime, penyelundupan narkoba, kejahatan siber, TPPO, kesehatan masyarakat. “Seperti saat ini menyangkut Pandemi Covid-19, dan hal lain yang berkaitan dengan isu-isu Internasional, seperti adanya kemungkinan mobilisasi orang berstatus sebagai pengungsi atau refugee dan pencari suaka atau asylum seeker akibat adanya gejolak pemerintahan atau hal lainnya pada suatu negara tertentu,” bebernya.

Karena itu lanjutnya, tentunya diharapkan bersama dengan keberadaan tim pora di Majene dapat berjalan optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi berkaitan dengan pengamanan wilayah.

Disebutkan, pembentukan dan pengukuhan tim pora di wilayah Majene, dilaksanakan beberapa tahap, yaitu untuk tingkat kabupaten dibentuk pada 2016, selanjutnya pada 2019 di bentuk 4 tim pora tingkat kecamatan, yaitu Kecamatan Pamboang, Sendana, Banggae dan Kecamatan Malunda.

“Kemudian pada 2020, dibentuk kembali 4 tim pora tingkat Kecamatan, yaitu Kecamatan Banggae Timur, Tammerodo, Tubo dan Ulumanda. “Total keseluruhan tim pora tingkat kecamatan mencapai 8 kecamatan yang ada di wilayah kabupaten Majene,” jelasnya.

Sebelum pembukaan Rakor, Wakil Bupati Majene Arismunandar memaparkan,
agenda kegiatan tim pora, tentang keberadaan orang asing di Majene. “Dalam setiap tahunnya biasa kedatangan orang asing, baik untuk kunjungan wisata, pendidikan maupun kegiatan sosial lainnya,” akunya.

Untuk tujuan pendidikan bisa terjadi bila terdapat pertukaran guru. “Seingat saya ada guru atau tenaga pendidik berasal dari orang asing atau luar negeri dan sudah cukup lama bermukim di Majene. “Terkait pengawasannya tentu kembali lagi kepada kita semua untuk bersama bertanggung jawab, agar kita semua tetap memonitor apa saja yang dilakukan selama di Majene,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selaku Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene tentu sangat mendukung mendukung keberadaan tim pora dalam menjalankan aktivitasnya di Majene. “Kita berharap agar kegiatan serupa tetap dapat dilaksanakan secara berkala di Majene,” pintanya.

Rapat Koordinasi, dihadiri 13 orang anggota Tim Pora Majene, yang terdiri dari Perwakilan Pemkab Majene, Polres Majene, Kodim 1401 Majene, Posmat TNI AL, Kejari, BIN Majene, BAIS Majene, Kemenag, Badan Kesbangpol, Disnakertrans, Disdukcapil, Disdikpora dan Disbudpar Majene. Hadir juga 3 orang dari Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Sulbar dan 9 orang dari Kantor Imigrasi kelas II non TPI Polewali Mandar.(Abr)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here