Upaya Penurunan Stunting,Bupati Harap Lakukan Sinkronisasi

118

MAJENE, Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele (Ast) membuka Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Majene 2021.

Kegiatan dengan tema Penguatan Peran Desa, Kelurahan dan Kampanye Perubahan Perilaku sebagai Implementasi Konvergensi Stunting di Majene.”Ini sebagai salah satu tahapan pelaksanaan aksi konvergensi penanganan stunting tingkat Kabupaten Majene,” terang Ast, di Gedung LPMP Majene Sulbar, Kamis (15/07/21).

Dikatakan, rembuk aksi percepatan penurunan Stunting dilaksanakan Tim gugus tugas 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) tentang penurunan Stunting. “Kita akan melakukan sinkronisasi, sinergitas hasil analisis kemudian menjadi rancangan kegiatan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ungkapnya.

Dari hasil analisis yang dilakukan lanjutnya, terjadi¬† penurunan presentasi stunting sebesar 5,9 persen sepanjang 2019 sampai 2020. “Meski penurunan masih belum signifikan,¬†tentu kita berharap seluruh pihak yang ikut terlibat berupaya dan bekerja keras mengatasi persoalan ini, jika tidak maka akan mempengaruhi kinerja pembangunan yang menyangkut kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi daerah dimasa yang akan datang,” pungkasnya.

Ast mengapresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan mengingat isu stunting menjadi prioritas utama Pemerintah Daerah untuk diselesaikan dalam mewujudkan Indonesia Maju melalui penguatan SDM yang unggul.

“Ada dua narasumber yang hadir memalui zoom meeting, diantaranya Prof dr H Abdul Razak Thaha M.Kes dan R Budiono Sihombing ST MP Dirjen Bina Bangda Kemendagri,” ungkapnya.

Ketua Tim Gugus Tugas 1000 HPK Penurunan Stunting Kabupaten Majene Andi Adlina Basharoe mengatakan, terdapat delapan Implementasi aksi integrasi penurunan stunting di 2021. “Dimana untuk tahap ini telah memasuki vase ketiga atau aksi ketiga,” ujarnya.

Dituturkan, sebelumnya telah di rampungkan aksi pertama yaitu analisis situasi dan aksi kedua rencana aksi program kegiatan. “Program Implementasi delapan aksi integrasi merupakan langkah penting guna memastikan terlaksananya rencana kegiatan yang dilakukan bersama dan berbagai lembaga,” tuturnya.

Ia berharap, output yang dicapai akan menghasilkan komitmen penurunan stunting serta realisasi rencana kegiatan intervensi gizi terintegrasi dengan penurunan stunting yang telah disepakati lintas sektor untuk dimuat dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk tahun berikutnya.

Turut hadir Ketua DPRD Majene, Pimpinan OPD terkait para Kabag, Camat dan Lurah yang menjadi lokus stunting.(Srl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here