Wakil Ketua DPRD Sulbar Sebut Pentingnya Penguatan Mitigasi Bencana

48

MAMUJU, Lensakhatulistiwa.com —Wakil Ketua DPRD Sulbar Usman Suhuria mengatakan, pentingnya penguatan mitigasi bencana di Sulawesi Barat. Kata dia, Peta bencana yang ada sudah lebih dari cukup sebagai sajian informasi kebencanaan. Dengan sajian informasi tentu mengharapkan adanya langkah lanjutan sebagai upaya mengantisipasi bencana bila saja terjadi.

“Peta bencana dengan kegunaannya tentu untuk dimanfaatkan. Sebutlah agar dokumen itu tidak sekadar dipajang, dibaca maupun diletakkan sebagai informasi yang pasif,”terang Usman Suhuria, Minggu (7/3).

Data serta informasi kebencanaan bersama pemanfaatannya akan sangat membantu dalam menyusun tindakan yang diperlukan sehubungan dengan kemungkinan bencana.

“Anggaplah sebagai ikhtiar atau cara melihat data dan informasi yang selalu memiliki nilai rekomendasi. Maka berdasarkan kesadaran terhadap kebencanaan dengan peta rawan bencana menjadi sangat penting. Bahkan ibaratnya sebagai petanda, pedoman, maupun menjadi landasan ketika akan mengambil kebijakan dan keputusan. Sekali lagi tetaplah penting karenanya bila tidak ditindaklanjuti maka keberadaan informasi dan data tersebut hanya akan jadi pengisi dari susunan file kita yang rapi di arsip-arsip kantor,”tambahnya.

Usman Suhuria mengurai, Memperhatikan peta rawan bencana yang dimiliki BMKG (Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika) cukup terang menggambarkan betapa daerah Sulbar rawan bencana. Sulbar dalam peta tersebut ditempatkan dalam zona rawan bencana dengan berbagai alasan. Yang alasan itu terutama karena dikitari oleh sejumlah lempengan patah dengan sesar aktif.

“Daerah kita sebagai salah satu wilayah yang ada di daratan Sulawesi adalah termasuk yang paling rawan gempa. Hal itu dikuatkan oleh jejak bencana gempa di Sulbar dengan data histori peristiwa bencana gempa tahun 1967-1969, 1984, dan terakhir tahun 2021 ini.

“Semua ini menjadi peringatan betapa rawannya wilayah ini dengan gempa. Demikian inilah yang perlu diubah agar daerah ini tidak lagi abai dengan data informasi serta fakta sejarah bencananya, ya harus menguatkan mitigasi bencana sedari sekarang,”kuncinya */ adhie

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here